zmedia

PKM di Desa Pappalluang Dorong Ibu-Ibu PKK Kembangkan Potensi Kelor sebagai Peluang Ekonomi Keluarga


Dok : Tim PKM saat Sosialisasi bersama masyarakat dan Pemerintah Desa

Jeneponto — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan “Penguatan Kapasitas Ibu PKK melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Daun Kelor di Desa Pappalluang Kabupaten Jeneponto”, Ahad, 9 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Desa Pappalluang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, tersebut diikuti oleh Ibu-Ibu PKK serta dihadiri oleh unsur Pemerintah Desa Pappalluang.
Kegiatan PKM ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Tim Pengabdian kepada Masyarakat terdiri atas Dr. Burhanuddin, S.Sos, M.Si sebagai Ketua Tim, Dr. Nadir, S.P., M.Si. dan Herman, S.Pd, M.Pd sebagai anggota’ Kegiatan PKM ini juga melibatkan mahasiswa Amina dan Nurfadillah yang  merupakan mahasiswa Magister Ilmu Administrasi Publik Unismuh Makassar


Dalam kegiatan tersebut, salah seorang anggota tim, Dr. Nadir, S.P., M.Si., yang merupakan akademisi di bidang pertanian, membawakan materi bertajuk “Potensi dan Peluang Pasar Tanaman Kelor (Moringa oleifera) sebagai Strategi Peningkatan Ekonomi Keluarga bagi Ibu-Ibu PKK.”
Dalam pemaparannya, Dr. Nadir memperkenalkan kelor sebagai salah satu potensi lokal yang dapat dikembangkan tidak hanya sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai peluang usaha bagi masyarakat. Berbagai bentuk diversifikasi produk diperkenalkan, di antaranya teh daun kelor, bubuk kelor, kerupuk, stik, dan kue, yang dapat dikembangkan dalam skala rumah tangga dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar.
Selain pengolahan produk, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai peluang pasar, pengemasan, pelabelan, penentuan harga, serta strategi pemasaran, termasuk pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan pemasaran produk olahan kelor.
Dr. Nadir mendorong Ibu-Ibu PKK untuk mengembangkan usaha secara bertahap melalui kerja sama kelompok sehingga pemanfaatan kelor tidak hanya sebatas untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi dapat memberikan nilai tambah dan menjadi sumber pendapatan keluarga.
“Kelor memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah. Yang penting adalah bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keberanian untuk mengolah potensi lokal tersebut menjadi peluang ekonomi,” ujar Dr. Nadir.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi Ibu-Ibu PKK untuk terus berinovasi dan mengembangkan produk berbasis potensi lokal Desa Pappalluang.
“Kita ingin mendorong masyarakat untuk melihat kelor bukan hanya sebagai tanaman, tetapi sebagai potensi pangan dan peluang usaha. Semangatnya adalah ‘Keluarga Sehat, Ekonomi Kuat, Bersama Tanaman Kelor’,” tambahnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Pappalluang. Abdul Malik Mustari selaku Bendahara Desa Pappalluang, yang hadir mewakili Kepala Desa menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan PKM tersebut
Menurutnya, kegiatan yang memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada Ibu-Ibu PKK sangat penting untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan potensi yang tersedia di desa.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pengetahuan baru kepada Ibu-Ibu PKK tentang bagaimana potensi kelor yang ada di sekitar kita dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah,” ujar Abdul Malik Mustari.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan oleh masyarakat sehingga menghasilkan produk yang dapat dikembangkan sebagai usaha keluarga.

“Kami berharap Ibu-Ibu PKK dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh hari ini dan mengembangkannya secara bersama-sama. Mudah-mudahan ke depan dapat lahir produk unggulan dari Desa Pappalluang yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan ekonomi keluarga,” tambahnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan pelatihan diversifikasi produk olahan daun kelor. Peserta diperkenalkan pada proses pengembangan kelor menjadi berbagai produk pangan, termasuk kue kering atau cemilan yang memiliki daya tarik dan peluang untuk dikembangkan sebagai produk rumah tangga.
Keterlibatan anggota tim turut mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, mulai dari persiapan, pendampingan peserta, hingga pelaksanaan kegiatan bersama masyarakat. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembelajaran melalui pengalaman langsung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Tim PKM berharap Ibu-Ibu PKK Desa Pappalluang dapat terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh dan menjadikannya sebagai bagian dari pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk olahan kelor, tetapi juga mendorong perubahan cara pandang masyarakat bahwa potensi lokal dapat menjadi sumber inovasi dan peluang ekonomi apabila dikelola dengan pengetahuan, kreativitas, dan teknologi yang tepat.
“Dari potensi lokal lahir kreativitas, dari kreativitas lahir produk, dari produk lahir peluang, dan dari peluang lahir kesejahteraan.”
Tim Pengabdian kepada Masyarakat menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) atas dukungan pendanaan melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat, sehingga kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Pappalluang dapat terlaksana dengan baik. Selain itu, ucapan terima kasih juga untuk LP3M Universitas Muhammadiyah Makassar atas dukungan, fasilitasi dan pendampingan dalam proses pelaksanaan PKM.
Tim PKM juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Pappalluang, Kepala Desa Muhammad Said, Bendahara Desa Abdul Malik Mustari, Ibu-Ibu PKK Desa Pappalluang, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan serta menjadi langkah awal dalam mengembangkan potensi kelor sebagai produk pangan lokal, inovasi usaha rumah tangga, dan peluang peningkatan ekonomi keluarga di Desa Pappalluang.
 
Tim Pengabdian kepada Masyarakat: Dr. Burhanuddin, S.Sos, M.Si (Ketua), Dr. Nadir, S.P., M.Si. (Anggota), Herman, S.Pd, M.Pd (Anggota), Amina (Mahasiswa), dan Nurfadillah (Mahasiswa).

Posting Komentar untuk "PKM di Desa Pappalluang Dorong Ibu-Ibu PKK Kembangkan Potensi Kelor sebagai Peluang Ekonomi Keluarga"